Job Desk/job description (deskripsi pekerjaan)
melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan administrasi. Diantaranya pembelian kebutuhan inventaris kantor, ATK, serta pemenuhan kebutuhan jasa lainnya, seperti pengiriman jasa kurir, penyediaan transportasi, dan pengurusan dokumen tenaga kerja asing sesuai dengan permintaan dan pengarahan atasan.
Job Spec (spesifikasi pekerjaan)
untuk jabatan general affair di butuhkan orang yang memiliki kompetensi antara lain :
-minimal S1 Manajemen
-berorientasi kepada pelayanan
-memiliki keterampilan administrasi
-memiliki kemampuan komunikasi yang baik
-dapat melakukan perencanaan yang baik
-memiliki problem solving yang baik
-disiplin waktu
daftar pustaka :
Hambudi,T.(2015). Proffesional general affair. Jakarta: Visimedia
Rabu, 11 Januari 2017
Sabtu, 07 Januari 2017
Psikologi Manajemen
Apa itu Psikologi Manajemen ?
Mari kita bahas dari pengertian manajemen itu sendiri dahulu. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Lalu kaitannya dengan psikologi ??
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Pengertian Organisasi
Organisasi dalam arti Statis (diam) merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung, dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenag, dan garis komando dan tanggung jawab.
Sedangkan organisasi dalam arti Dinamis (bergerak) merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatau wadah tertentu umtuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula
Aktivitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Kegiatan atau aktivitas SDM secara umum dapat di kategorikan menjadi 4 yaitu :
- persiapan dan pengadaan.
kegiatan persiapan pengadaan seperti kegiatan analisis jabatan.
- pengembangan dan penilaian
setelah mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja.
- pengkompensasian dan perlindungan
untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lainnya dalam bentuk program-program kesejahteraan.
- hubungan-hubungan kepegawaian
hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai, yang dilakukan melaliu penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan.
daftar pustaka :
Fathoni, Abdurrahmat. (2006).Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:Rineka Cipta.
Fathoni, Abdurrahmat. (2006).Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:Rineka Cipta.
Hariandja, Marohot T E. (2002). Manajemen sumber daya manusia.Jakartia:Grasindo.
Kamis, 19 November 2015
Etika Penelitian Dalam Internet
A.
Publikasi Online
B. Etika dalam penelitian dengan bantuan
internet
Publikasi
Online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online
atau diterbitkan atau diumumkan di dunia internet melalui media elektronik yang
terdiri dari apa saja yang dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat
mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi
online. Dengan publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih mengirit
biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak hanya
masyarakat dalam negeri saja, bahkan seluruh dunia pun bisa tau saat kita sudah
memasang publikasi online ini.
Etika
penelitian internet adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan
penggunaan komputer. Etika berasal dari 2 suku kata yaitu etika (bahasa Yunani:
ethos) adalah adat istiadat atau
kebiasaan yang baik dalam individu, kelompok, maupun masyarakat dan komputer
(bahasa Inggris: to compute)
merupakan alat yang digunakan untuk menghitung dan mengolah data. Jumlah
interaksi manusia dengan komputer yang terus meningkat dari waktu ke waktu
membuat etika komputer menjadi suatu peraturan dasar yang harus dipahami oleh
masyarakat luas.
Etika
penelitian dengan bantuan internet berkaitan dengan “benar” atau “salah” dalam
melakukan penelitian. Seorang peneliti dalam hal ini perlu memperhitungkan
apakah penelitiannya layak atau tak layak.
Adanya
peraturan yang harus dilakukan dalam etika penelitian dalam internet, di
antaranya adalah:
1. Menghormati
martabat subjek penelitian
Penelitian yang dilakukan harus
menjunjung tinggi martabat seseorang (subjek penelitian). Dalam melakukan
penelitian, hak asasi subjek juga harus dihargai.
2. Asas
kemanfaatan.
Penelitian yang dilakukan harus
mempertimbangkan manfaat dan resiko yang mungkin terjadi. Penelitian boleh
dilakukan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko/dampak
negatif yang akan terjadi. Selain itu, penelitian yang dilakukan tidak boleh
membahayakan dan harus menjaga kesejahteraan manusia.
3. Berkeadilan
Dalam melakukan penelitian, setiap orang
diberlakukan sama berdasarkan moral, martabat, dan hak asasi manusia. Hak dan
kewajiban peneliti maupun subjek juga harus seimbang.
4. Informed
consent
Informed consent merupakan pernyataan
kesediaan dari subjek penelitian untuk diambil datanya dan ikut serta dalam
penelitian. Aspek utama informed consent yaitu informasi, komprehensif, dan
volunterness. Dalam informed consent harus ada penjelasan tentang penelitian
yang akan dilakukan. Baik mengenai tujuan penelitian, tatacara penelitian yang
akan dilakukan, manfaat yang akan diperoleh, kemungkinan resiko yang akan
terjadi, dan adanya pilihan bahwa subjek penelitian dapat menarik diri kapan
saja.
Dan dalam penelitian
yang dilakukan harus menghargai kebebasan individual untuk bertindak sebagai
responden atau subjek penelitian dalam melakukan survey di internet. Responden
juga harus dijamin dan dilindungi karena pengambilan data dalam penelitian akan
menyinggung ke arah hak asasi manusia. Meskipun suatu penelitin sangat bermanfaat,
namun apanila melanggar etika penelitian, makan penelitian tersebut tidak boleh
dilaksanakan.
C.
Berbagai hasil penelitian dan teknik
penelitian online
1) Komputer
dan Internet Mengubah Ingatan Manusia
Peneliti di majalah
Science memiliki kesimpulan bahwa komputer dan internet dapat mengubah sifat
ingatan manusia. Penelitian psikologi menunjukkan jika seseorang diajukan
pertayaan-pertanyaan sulit, maka orang tersebut akan memikirkan komputer.
Ketika orang tersebut
mengetahui bahwa berbagai fakta nantinya akan didapatkan lewat komputer, maka
ingatan orang tersebut menjadi tidak begitu baik karena mengandalkan jawaban
dari sumber lain, yaitu komputer.
Para penelii menguji peserta penelitian
“langsung” memikirkan komputer dan internet begitu diajukan pertanyaan sulit.
Tim peneliti menggunakan tes Stroop yang dimodifikasi.
Tes Stroop standar
mengukur berapa lama waktu yang diperlukan partisipan untuk membaca sebuah kata
warna sementara kata tersebut berbeda warna, misalnya kata “hijau” tapi ditulis
dengan warna biru. Waktu reaksi meningkat ketika bukannya kata warna, para
partisipan ditanyakan untuk membaca kata-kata tentang topik yang kemungkinan
sudah ada dalam pikiran. Dengan cara ini, tim peneliti menunjukkan bahwa
setelah diberikan topik dengan jawaban ya/tidak, waktu reaksi terhadap istilah
yang terkait dengan internet sangat lebih lama. Ini adalah sebuah isyarat
partisipan tidak mengetahui jawaban, dan mereka sudah mempertimbangkan untuk
menjawab dengan menggunakan komputer.
2) Efek
Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental
Beberapa waktu lalu
muncul laporan mengenai tanda-tanda orang yang kecanduan facebook atau situs
jejaring sosial lainnya, misalnya seorang remaja mengubah status facebook lebih
dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status temannya. Dia juga
rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak
mengirimkan pesan atau men-tag dirinya di fotonya.
Laporan terbaru dari
The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook,
MySpace, dan lain-lain dapat membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk
mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja
gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan
merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan
dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk
dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang
terjadi pada rekan-rekan nya saat ini.
Suatu hubungan mulai
menjadi kering ketika para individunya tidak lagi menghadiri sosial gathering,
menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih
berlama-lama menatap komputer, ponsel, ataupun gadget lainnya. Ketika akhirnya
berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari
komputernya.
Si pengguna akhirnya
tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah
orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui
kesulitan dalam berkomunkasi secara face to face. Perilaku ini dapat
meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit
jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The
Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.
Media elektronik juga
dapat menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan
dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh.
Dr Sigman
mengkhawatirkan arah dari masalah ini “Situs jejaring sosial seharusnya dapat
menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat
berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat
meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah”,
katanya.
Namun apabila aktivitas
Facebook masih sekedar sign in, mengonfirmasi friend request, lalu sign out,
tidak perlu khawatir akan terkena risiko kanker, stroke, dan pikun.
sumber :
Selasa, 03 November 2015
Fiksimini, Komunitas Sastra yang Lahir dari Twitter
Berkembangnya situs jejaring sosial tak hanya membantu seseorang bertemu kembali dengan teman-teman lama dan keluarga. Jejaring sosial juga bisa membantu seseorang memiliki teman-teman baru bahkan membentuk komunitas yang memiliki hobi sama. Beragam komunitas kemudian mulai terbentuk dari jejaring sosial, kebanyakan bahkan tanpa disengaja.
Karena memiliki hobi yang sama itulah, komunitas pun berkembang tanpa terduga. Hal ini pula yang dirasakan komunitas Fiksimini. Setahun berjalan, komunitas ini telah memiliki follower Twitter sebanyak 77 ribu-an dengan anggota aktif sebanyak 400 orang di seluruh Indonesia. Komunitas ini membuktikan, 140 karakter tidak membatasi kreatifitas dalam berkarya. Terlahir dari Twitter, komunitas ini berkembang menjadi komunitas yang nyata dalam menumbuhkan semangat membaca, menulis, mencintai budaya dan Bahasa Indonesia dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.
Berawal dari tweet-tweet dengan hastag #Fiksimini di twitter, Fiksimini mulai menjadi buah bibir saat dimuat di kolom Budaya dan Sastra Harian Kompas pada 11 April 2010 dengan Judul Mengunyah Fiksimini Sepanjang Hari. Tiga orang penulis kemudian menggagas untuk membuat akun resmi Fiksimini pada 18 April 2010. Tiga orang penulis terkemuka yang kemudian menjadi moderator akun twitter @fiksimini tersebut di antaranya Agus Noor, Clara Ng, dan Eka Kurniawan.
Fiksimini kemudian dibesarkan oleh sederetan nama lain dari berbagai profesi seperti : Salman Aristo (@salmanaristo - penulis skenario), Ratih Kumala (@ratihkumala - penulis), Aan Mansyur (@aanmansyur - penyair), Erdian Aji (@erdiAN_aJI -penyanyi, mantan vokalis Band Drive), Andy Tantono (@AndyTantono - pengusaha), Novita Poerwanto (@LVCBV - banker), Kika Dhersy Putri (@theonlykika - konsultan PR).
Sejak akun resmi Fiksmini dibuat, para penulis mulai aktif mengirimkan karya Fiksimini mereka yang kemudian akan di-retweet oleh moderator. Moderator yang aktif melakukan retweet adalah Salman Aristo, Aan Mansyur, Clara Ng, Andy Tantono, Agus Noor, dan Eka Kurniawan. Agus Noor menetapkan diktum-diktum karya Fiksimini yang layak di Retweet, yakni cerita yang menohok, seperti satu pukulan tinju yang telak, cerita yang berkelebat seperti bayangan, yang terus menempel di benak pembaca, dan cerita yang dengan seminim mungkin kata, namun menggambarkan dunia seluas-luasnya.
Aktifitas ini berlangsung hingga digelarnya Gathering Nasional Fiksimini di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Januari 2011. Gathering Nasional pertama ini berhasil mendatangkan Fiksiminiers (sebutan untuk nggota komunitas Fiksimini) dari 14 Provinsi di Indonesia. Ada pula Fiksiminers yang datang dari Australia. Setelah saling berkenalan di gathering nasional tersebut, Fiksiminiers mulai membentuk komunitas-komunitas kecil di masing-masing kotanya hingga terbentuklah FMJogja (komunitas Fiksimini Jogja), Fiksiminiers Jakarta, FMersSBY (Fiksiminiers Surabaya), fiksiminiBDG (Fiksiminiers Bandung), dan kota-kota lainnya.
Tidak ada mekanisme khusus pembentukan organisasi dan sistem keanggotaan. Biasanya para anggota di setiap daerah berinisiatif untuk berkumpul dan memilih sendiri koordinatornya. Untuk keanggotaan, terbuka kepada siapa saja tanpa perlu daftar. Asal datang berkumpul di kopi darat atau terlibat kegiatan komunitas maka sudah menjadi anggota atau disebut sebagai Fiksiminiers.
Seperti komunitas lainnya, Fiksiminiers berkumpul, berkenalan, berbagi cerita, dan berbuat sesuatu. Karena merupakan komunitas menulis, maka kegiatan Fiksiminiers ketika bertemu di dunia nyata (kopdar) tidak jauh dari menulis bersama, membahas buku, membuat lagu, membuat film,hingga kegiatan-kegiatan sosial ke panti asuhan. Fiksiminiers bahkan pernah menjadi relawan pada tanggap bencana (fiksimini for Merapi).
Aktifitas menulis bersama yang dilakukan Fiksiminiers selain menuliskan karya di Twitter dalam 140 karakter adalah mengikuti kelas kreatif dan penulisan kreatif. Kelas kreatif adalah kegiatan untuk memberikan bekal dan pengalaman menulis untuk siapa saja. Pengajarnya adalah penulis-penulis berpengalaman dari dalam maupun dari luar komunitas. Kegiatan ini sudah berlangsung di Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Malang, dan Makassar. Sedangkan Penulisan kreatif adalah kegiatan menulis yang mengeksplorasi imajinasi fiksi tanpa batas dengan memanfaatkan berbagai media.
Contohnya pada April 2011, Fiksimini menggelar Festival "Fiksimini Bernyanyi" di The Rolling Stone Cafe, Jakarta. Sebelumnya, Fiksmini telah mengadakan semacam kontes lagu mini dan film mini yang diangkat dari karya Fiksimini di twitter. Festival Fiksimini Bernyanyi adalah ajang untuk memberikan penghargaan bagi karya lagu mini dan sekaligus film mini terbaik. Lagu dan film adalah bentuk lain variasi karya fiksimini. Untuk film mini, dicetuskan oleh Diki Umbara, seorang dosen dan penggiat film. Untuk lagu mini, dicetus oleh Erdian Aji atau Anji yang sehari-harinya adalah penyanyi. Beberapa karya Film Mini telah menjadi konsumsi berbagai festival di dalam dan luar negeri seperti di Hoopla! Film Festival di Singapore dan di Ubud Writers and Readers Fesival di Bali. Untuk lagu mini, beberapa telah menjadi NSP (Nada Sambung Pribadi) dari langitmusik.com milik Telkomsel.
Karya-karya film mini bisa diparesiasi dari YouTube karena para Fiksiminiers telah meng-upload karya-karya mereka. Pada 24 Maret 2011 Gramedia Pustaka Utama juga telah membuat trailer Buku Cemburu Itu Peluru, merupakan buku karya lima Fiksiminiers yang diterbitkan oleh Gramedia. Penulis buku ini di antaranya Erdian Aji, Novita Poerwanto, Oddie Frente, Kika Dhersy Putri, dan Andy Tantono.
Setelah semua perkembangan yang terjadi dalam tubuh komunitas Fiksimini, ada satu impian yang ingin diwujudkan komunitas ini, yakni menerbitkan buku Antologi yang merangkum semua karya Fiksimini terbaik dari seluruh Indonesia. Bagi yang belum bergabung dengan komunitas ini, bisa follow akun Twitter Fiksimini (@fiksimini), Fan Page Facebook : Komunitas Fiksimini, dan Mailing list: KomunitasFiksimini-subscribe@yahoogroups.com. Salah satu petikan komentar pada Buku Cemburu Itu Peluru, menyebutkan, Fiksimini di Twitter memang menyusupkan kesegaran di tengah dunia sastra Indonesia yang nyaris kehilangan gagasan.
Selasa, 20 Oktober 2015
RESUME JURNAL
Jurnal ini ditulis oleh : Sari Dewi Yuhana Ningtyas.
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negri Semarang, Indonesia.
Kurang lebih berisi 6 halaman termasuk daftar pustaka.
Topik yang diambil sang penulis sangatlah menarik karena berhubungan dengan fenomena yang sedang marak saat ini.
Berikut adalah hasil review jurnal dari jurnal yang ditulis oleh Sari Dewi Yuhana Ningtyas yang saya coba kerjakan.
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA
PENDAHULUAN
Sebelum membahas lebih jauh mengenai isi jurnal ini maka terlebih dahulu akan diterangkan apa yang dimaksud dengan Internet Addiction dan Self Control.
Internet merupakan salah satu media yang sekarang ini digemari oleh remaja.Internet Addiction adalah pemakaian internet secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek andu, tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya. Self Control Menurut Chaplin, (2001:450) adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan, merintangi umpuls-impuls atau lingkah laku impulsif.
Perkembangan pengguna internet dari tahun ke tahun sangatlah tinggi. Tidak sedikit orang yang sangat bergantung pada internet sehingga individu kecanduan, terutama remaja. Tanda-tanda remaja yang kecanduan internet, antara lain remaja merasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Fenomena inilah yang bisa digolongkan sebagai Internet Addiction. Internet Addiction dapat mengakibatkan kegaalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian. (Young,1996:20).
Selain Internet Addiction terdapat juga gangguan lain yaitu Internet Addiction Disorder (IAD) gangguan ini meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi, online, game online, chatting dan lain-lain. IAD memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secaraformal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan. (Herlina Siwi, 2004:2)
Ditemukan kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan kasus di dalam negri sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk bermain game online (sumber: Media Indonesia, 2008:7).
Ketidak mampuan seseorang dalam mengontrol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalahcikal bakal dari lahirnya Internet Addiction. Oleh karena itu Self Control penting untuk dikembangan agar individu lebih mampu untuk mempunyai kontrol diri yang tinggi untuk memandu, mengatur dan mengarahkan perilaku online.
Penelitian Herlina (2004) mengenai hubungan kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet di Jogjakarta menunjukkan adanya hubungan yang negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan internet. Kategori kontrol diri tergolong tinggi, karena sebagian subjek penelitian hanya menggunakan internet lebih dari satu tahun dengan lama durasi 5 sampai 4 jam perminggu. Selain itu internet masih termasuk alat komunikasi baru yang belum menjadi gaya hidup di indonesia, khususnya di Jogjakarta. Internet sudah mulai banyak digunakan tetapi belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, salah satunya karena faktor biaya yangharus dikelurkan untuk memperoleh jasa internet.
Hasil penelitin yang dilakukan oleh Rahayuning (2009) tentang hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Surakarta menunjukan tidak ada hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa SMP sehingga kontrol diri tidak dapat dijadikan prediktor terhadap variabel kecanduan internet.
Berdasarkan fenomena tersebut dan masalah yang timbul permasalahan tentang Internet Addiction yang berdampak negatif pada mahasiswa, baik dampak psikologis maupun kehidupan sosial remaja. Sehubungan dengan fenomena ini, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang apakah ada hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa fakultas Ilmu Pendidikan Semester 5 UNNES 2010/2011.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan teknik propotional sampling dengan subjek penelitian diambil 10% secara acak sebagai sampel dari populasi berjumlah 639 mahasiswa yaitu 65 mahasiswa. Pengumpulan data ini menggunakan skala self control dengan aitem yang dibuat adalah 50 aitem dari aspek behavioral, control, cognitive control,decisional control. Skala kedua yaitu skala internet addiction yang dibuat adalah 51 aitem dari aspek complusive use, loss of control, continued use despit adverse consequencesI. Alternatif jawaban yang tersedia ada empat yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan variabel self control tergolong rendah dengan presentasi 83,85%, hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku, mengambil keputusan atau suatu tindakan yang baik terhadap internet. Variabel internet addiction tergolong tinggi dengan presentasi 96,92%, hal ini memnujukkan bahwa mahasiswa mengalami kecanduan internet dengan tanda bahwa mahasiswa selalu tertuju pada internet, kurang dapat mengontrol penggunaan internet. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES. Semakin rendah self control maka semakin tinggi internet addiction.
KESIMPULAN
Kesimpulan studi kasus pada jurnal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu self control pada mahasiswa FIP berada pada kategori rendah sedangkan internet addiction pada mahasiswa FIP tergolong tinggi.Uji hipotesis antara self control dan internet addiction diterima. Hal tersebut dapat diartikan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara self control dengan internet addiction.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN JURNAL
Saya akan mencoba melihat kekurangan dan kelebihan jurnal ini menurut pandangan saya sendiri. Menurut saya jurnal ini memiliki kekurangan diantaramya membandingkan penelitian penggunaan internet antara pelajar SMP dengan mahasiswa, pelajar SMP tentu masih sangat rendah menggunakan internet karena banyak tugas yang dapat dicari dari media cetak bukan dari internet, kemudian peneliti membandingan dalam jangka waktu antara penelitian 2004 dengan penelitian sekarang, tentulah penggunaan internet pada tahun 2004 masih sangat rendah karena internet pada saat itu masih membutuhkan biaya yang relatif mahal berbeda dengan penelitian yang penulis itu lakukan yaitu pada tahun 2010/2011. Lalu terlalu banyak kalimat pengulangan pada jurnal tersebut, dan pengambilan data dengan kuisioner menurut saya belum akurat karenya banyak orang yang asal-asalan mencentang sebuah kuisioner
Kelebihan jurnal ini diceritakan dengan jelas proses penelitian, data-datanya, serta hasilnya dijelaskan secara detail sehingga dapat membuat pembaca mengerti maksut dari jurnal ini. Jurnal ini juga dilegkapi dengan pernyataan serta contoh kass yang dicantumkan sumber jelasnya sehingga tidak membuat pembaca ragu dengan contoh kasus yang dilampirkan oleh penulis.
Nama : Lu'Lu' Ul Mashnu'ah
Kelas : 2 pa 22
Npm :16514164
sumber jurnal : Educational Psychology Journal
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj/article/view/2650
Internet merupakan salah satu media yang sekarang ini digemari oleh remaja.Internet Addiction adalah pemakaian internet secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek andu, tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya. Self Control Menurut Chaplin, (2001:450) adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan, merintangi umpuls-impuls atau lingkah laku impulsif.
Perkembangan pengguna internet dari tahun ke tahun sangatlah tinggi. Tidak sedikit orang yang sangat bergantung pada internet sehingga individu kecanduan, terutama remaja. Tanda-tanda remaja yang kecanduan internet, antara lain remaja merasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Fenomena inilah yang bisa digolongkan sebagai Internet Addiction. Internet Addiction dapat mengakibatkan kegaalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian. (Young,1996:20).
Selain Internet Addiction terdapat juga gangguan lain yaitu Internet Addiction Disorder (IAD) gangguan ini meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi, online, game online, chatting dan lain-lain. IAD memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secaraformal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan. (Herlina Siwi, 2004:2)
Ditemukan kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan kasus di dalam negri sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk bermain game online (sumber: Media Indonesia, 2008:7).
Ketidak mampuan seseorang dalam mengontrol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalahcikal bakal dari lahirnya Internet Addiction. Oleh karena itu Self Control penting untuk dikembangan agar individu lebih mampu untuk mempunyai kontrol diri yang tinggi untuk memandu, mengatur dan mengarahkan perilaku online.
Penelitian Herlina (2004) mengenai hubungan kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet di Jogjakarta menunjukkan adanya hubungan yang negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan internet. Kategori kontrol diri tergolong tinggi, karena sebagian subjek penelitian hanya menggunakan internet lebih dari satu tahun dengan lama durasi 5 sampai 4 jam perminggu. Selain itu internet masih termasuk alat komunikasi baru yang belum menjadi gaya hidup di indonesia, khususnya di Jogjakarta. Internet sudah mulai banyak digunakan tetapi belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, salah satunya karena faktor biaya yangharus dikelurkan untuk memperoleh jasa internet.
Hasil penelitin yang dilakukan oleh Rahayuning (2009) tentang hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Surakarta menunjukan tidak ada hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa SMP sehingga kontrol diri tidak dapat dijadikan prediktor terhadap variabel kecanduan internet.
Berdasarkan fenomena tersebut dan masalah yang timbul permasalahan tentang Internet Addiction yang berdampak negatif pada mahasiswa, baik dampak psikologis maupun kehidupan sosial remaja. Sehubungan dengan fenomena ini, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang apakah ada hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa fakultas Ilmu Pendidikan Semester 5 UNNES 2010/2011.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan teknik propotional sampling dengan subjek penelitian diambil 10% secara acak sebagai sampel dari populasi berjumlah 639 mahasiswa yaitu 65 mahasiswa. Pengumpulan data ini menggunakan skala self control dengan aitem yang dibuat adalah 50 aitem dari aspek behavioral, control, cognitive control,decisional control. Skala kedua yaitu skala internet addiction yang dibuat adalah 51 aitem dari aspek complusive use, loss of control, continued use despit adverse consequencesI. Alternatif jawaban yang tersedia ada empat yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan variabel self control tergolong rendah dengan presentasi 83,85%, hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku, mengambil keputusan atau suatu tindakan yang baik terhadap internet. Variabel internet addiction tergolong tinggi dengan presentasi 96,92%, hal ini memnujukkan bahwa mahasiswa mengalami kecanduan internet dengan tanda bahwa mahasiswa selalu tertuju pada internet, kurang dapat mengontrol penggunaan internet. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES. Semakin rendah self control maka semakin tinggi internet addiction.
KESIMPULAN
Kesimpulan studi kasus pada jurnal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu self control pada mahasiswa FIP berada pada kategori rendah sedangkan internet addiction pada mahasiswa FIP tergolong tinggi.Uji hipotesis antara self control dan internet addiction diterima. Hal tersebut dapat diartikan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara self control dengan internet addiction.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN JURNAL
Saya akan mencoba melihat kekurangan dan kelebihan jurnal ini menurut pandangan saya sendiri. Menurut saya jurnal ini memiliki kekurangan diantaramya membandingkan penelitian penggunaan internet antara pelajar SMP dengan mahasiswa, pelajar SMP tentu masih sangat rendah menggunakan internet karena banyak tugas yang dapat dicari dari media cetak bukan dari internet, kemudian peneliti membandingan dalam jangka waktu antara penelitian 2004 dengan penelitian sekarang, tentulah penggunaan internet pada tahun 2004 masih sangat rendah karena internet pada saat itu masih membutuhkan biaya yang relatif mahal berbeda dengan penelitian yang penulis itu lakukan yaitu pada tahun 2010/2011. Lalu terlalu banyak kalimat pengulangan pada jurnal tersebut, dan pengambilan data dengan kuisioner menurut saya belum akurat karenya banyak orang yang asal-asalan mencentang sebuah kuisioner
Kelebihan jurnal ini diceritakan dengan jelas proses penelitian, data-datanya, serta hasilnya dijelaskan secara detail sehingga dapat membuat pembaca mengerti maksut dari jurnal ini. Jurnal ini juga dilegkapi dengan pernyataan serta contoh kass yang dicantumkan sumber jelasnya sehingga tidak membuat pembaca ragu dengan contoh kasus yang dilampirkan oleh penulis.
Nama : Lu'Lu' Ul Mashnu'ah
Kelas : 2 pa 22
Npm :16514164
sumber jurnal : Educational Psychology Journal
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj/article/view/2650
Selasa, 29 September 2015
Social Media yang Sering Digunakan
Pada artikel kedua ini saya akan bahas social media dan search engine yang sering saya gunakan.
Siapa sih yang tidak menggunakan social media pada abad ke 20 ini ? Media sosial adalah sebuah media online yang dengan mudah digunakan banyak orang untuk berpartisipasi. Menurut saya media social banyak manfaatnya jika digunakan untuk hal-hal positif. Misalnya untuk bertukar informasi, untuk memperbanyak teman bahkan juga dapat digunakan sebagai ajang mempromosikan bisnis online jika kalian mempunyainya. Media social juga bisa menjadi salah satu pengisi waktu luang anda. Search engine juga banyak sekali manfaatnya menurut saya karena dengan adanya search engine kita dapat dengan mudah menggali informasi yang ada dipenjuru dunia manapun, bahkan jika kita menggunakan untuk hal-hal positif saja kita dapat menjadi manusia yang lebih cerdas dan lebih mengetahui banyak hal dengan hanya membaca informasi-informasi yang kita search di serch engine. Seperti media social dan search engine yang sering saya gunakan berikut ini.
social media:
1. Path
2. Twitter
3. BBM
4. Line
5. Whatsapp
6.Youtube
searchengine:
1.google.com
2.yahoo
3.ask
4.bing
5.imdb
Namun penggunaan internet dan media social bisa memberikan dampak positif dan negatif kepada penggunanya , dampak positif yang dapat kita ambil dalam menggunakan internet yaitu kita bisa menambah pengetahuan kita, menambah pertemanan, mengisi waktu luang, mempermudah mengerjakan tugas sekolah/kuliah dll, bisa memperluas jaringan bisnis, bisa menjalin silaturahmi dengan kawan yang jaraknya jauh, bahkan juga bisa mempertemukan kita dengan jodohnya yang sudah diatur Tuhan. Tetapi internet dan media social bisa juga memberikan dampak negatif terhadap pengguna itu sendiri. Dampak negatif karena internet dan media social adalah dapat membuat penggunanya justru malah melakukan kegiatan social misalnya berinteraksi secara langsung, berkomunikasi secara langsung dll hal itu semakin jarang ditemukan karena semakin efisien nya media social apalagi ditambah dengan adanya hp yang berbasis smartphone yang ada internetnya dan bisa juga download media socialnya, selain membuat penggunanya menjadi jarang berinteraksi internet dan media social juga dapat membuat orang mengurung diri dan jadi lebih tertutup dengan dunia sekitar, internet dan media social juga dapat memberi dampak yang buruk jika ada informasi yang tidak pantas dicontoh misalnya ada sebuah video tentang kekerasan,bullying dll tidak menutup kemungkinan juga orang-orang yang melihat dapat mencontoh hal tersebut. Oleh karena itu kita harus lebih bijak dalam memilah dan memilih info yang ada di internet dan juga kita harus lebih bijak dalam menggunakan internet serta social media :)
Pemanfaatan Internet Pertama Kali
Baiklah, pada artikel pertama ini saya akan sedikit curhat mengenai judul diatas atau bisa dibilang juga saya akan sedikit bernostalgia. Pertama kali saya memanfaatkan teknologi internet seingat saya yaitu ketika saya berusia 12 tahun atau kelas 6 Sekolah Dasar, menjadi suatu kebanggaan tersendiri dijamannya waktu itu jika sudah mengerti menggunakan internet untuk anak seusia saya walaupun dipakai untuk searching hal-hal yang kurang penting atau bisa dibilang juga tidak penting hehe. Saya menggunakan internet pada waktu itu hanya untuk searching lirik-lirik lagu yang saya suka kebetulan beberapa lagu mendiang Michael Jackson adalah lagu favorit saya. Seiring berkembangnya teknologi internet muncullah social media yang bernama friendster. Kemudian setelah mengetahui kalau friendster adalah socmed yang sedang trend saat itu, tidak mau ketinggalan jaman saya mulai berpartisipasi menjadi pengguna friendster pada saat kelas 1 SMP saya tidak terlalu mengerti cara menggunakan friendster jadi saya menggunakannya hanya untuk mengganti-ganti tema friendster saya saja.
Lalu pada kelas 2 SMP mulai lah facebook menjadi social media yang sedang digandrungi remaja atau orang dewasa pada saat itu, tidak mau dibilang kudet(kurang update) saya mulai ikut juga menjadi pengguna facebook. Saya termasuk lama bertahan pada applikasi facebook kira-kira sampai saya kelas 1 SMA saya masih aktif menggunakan facebook. Beranjak dari facebook semakin pesat perkembangan internet muncul lagi social media yang lebih keren daripada facebook yaitu twitter. Twitter pada jaman saya banyak digandrungi oleh remaja-remaja yang cantik dan tampan. Tidak mau ketinggalan jaman lagi, saya mulai ikut menjadi pengguna twitter pada kelas 2 SMA. Setelah twitter saya mulai jadi pengguna BBM yaitu applikasi social media yang sifatnya lebih private, kemudian saya juga menggunakan line, whatsapp, E-mail, path sampai sekarang. Internet yang saya manfaatkan saat SMA hingga saat ini tidak hanya untuk social media saja namun juga untuk mencari tugas yang mengharuskan saya searching diinternet. Kehadiran internet menurut saya sangat membantu untuk menambah informasi yang luas :) .
Langganan:
Postingan (Atom)

